I. Acara : Analisa Kadar Gula / Sakarosa metode Luff-Schoorl

II. Tujuan : Mampu menganalisa Kadar Sakarosa pada Sampel Uji Produk atau Bahan Hasil Pertanian

III. Sub Acara : Analisa Kadar Gula Sebelum Inversi

IV. Alat dan Bahan :

- Alat :

  • Neraca Analitik
  • Beaker Glass
  • Pipet Tetes
  • Corong Glass
  • Kertas Saring
  • Labu Ukur 100 ml
  • Pipet Volumetri 20 ml & 25 ml
  • Erlenmeyer
  • Refluks
  • Hot Plate
  • Gelas Ukur
  • Buret

-Bahan :

  • Sampel Uji Bahan/Produk Hasil Pertanian
  • Aquades
  • Timbal Asetat ½ Basis
  • Na3PO4 10%
  • Na2HPO4 10%
  • Pereaksi Luff Schoorl
  • Batu Didih
  • H2SO4 26,5% / 25%
  • KI (Kalium Iodat) 15%
  • Na2S2O3 0,1N
  • Indikator Amylum 1%

V. Prosedur Kerja :

  1. Menimbang 2-3 gram sampel uji di dalam beaker glass
  2. Menambahkan 50 ml aquades
  3. Menambahkan Timbal Asetat ½ Basis tetes demi tetes hingga endapan tidak terjadi lagi saat ditetesi dengan Timbal Asetat ½ Basis tersebut
  4. Menambahkan 6-7 tetes Na3PO4 10% agar air menjadi jernih
  5. Menambahkan 3-4 tetes Na2HPO4 10%
  6. Menyaring larutan dari beaker glass ke dalam labu ukur 100 ml dan menambahkan aquades hingga tanda tera
  7. Menghomogenkan di dalam beaker glass (Larutan L1), dan mengambil 25 ml L1 menggunakan pipet volumetri
  8. Memasukkan dalam Erlenmeyer dan menambahkan Pereaksi Luff Schoorl
  9. Menambahkan batu didih ke dalamnya untuk mempercepat pemanasan
  10. Memanaskan menggunakan hot plate dan refluks selama kurang lebih 10 menit
  11. Mendinginkan secara mendadak menggunakan air mengalir
  12. Menambahkan H2SO4 26,5% / 25% sebanyak 25 ml dan harus dilewatkan pada dinding erlenmeyer secara hati-hati
  13. Menambahkan KI 15% sebanyak 20 ml menggunakan Pipet Volumetri
  14. Mentitrasi menggunakan Na2S2O3 0,1 N hingga saat ditetesi menggunakan Indikator Amylum 1 %, tetesan indikator tidak berwarna biru tua
  15. Mencatat volume titrasi (A ml)
  16. Membuat blanko pengujian yaitu dengan mengganti L1 dengan Aquades sebanyak 25 ml, dan mengulangi prosedur No.8 s/d 15.
  17. Mencatat volume titrasi blanko pengujian (B ml)
  18. Menghitung Kadar Gula Sebelum Inversi menggunakan rumus :
  • Angka Tabel (AT) = (B ml – A ml) x (Normalitas Na2S2O3 terstandardisasi / 0,1)
  • % Gula Sebelum Inversi = (AT x Faktor Pengenceran) / (Bobot Sampel (mg)) x 100%

VI. Sub Acara : Analisa kadar Gula Setelah Inversi

VII. Alat dan Bahan :

- Alat :

  • Beaker Glass
  • Pipet Tetes
  • Corong Glass
  • Labu Ukur 100 ml
  • Pipet Volumetri 10 ml, 20 ml & 25 ml
  • Erlenmeyer
  • Refluks
  • Hot Plate
  • Gelas Ukur
  • Buret
  • Water Bath
  • Kertas Lakmus Biru

-Bahan :

  • Larutan L1 dari Pengujian Gula Sebelum Inversi
  • Aquades
  • HCl 30%
  • NaOH 20%
  • Pereaksi Luff Schoorl
  • Batu Didih
  • H2SO4 26,5% / 25%
  • KI (Kalium Iodat) 15%
  • Na2S2O3 0,1N
  • Indikator Amylum 1%

VIII. Prosedur Kerja :

  1. Mengambil larutan L1 dari Analisa Gula Sebelum Inversi sebanyak 25 ml dan memasukkan ke dalam beaker glass
  2. Menambahkan 10 ml HCL 30%
  3. Memanaskan di dalam Water bath selama kurang lebih 10 menit
  4. Menetralisasi menggunakan NaOH 20% tetes demi tetes, mengecek kenetralan larutan menggunakan kertas lakmus biru
  5. Memasukkan ke dalam labu ukur 100 ml dan menambahkan aquades hingga tanda tera (Larutan L2)
  6. Menuangkan ke dalam beaker glass untuk menghomogenisasi larutan
  7. Mengambil 25 ml Larutan L2 dan memasukkan ke dalam Erlenmeyer 250 ml
  8. Menambahkan 25 ml Pereaksi Luff Schoorl dan beberapa batu didih untuk mempercepat pemanasan menggunakan Refluks dan Hot Plate
  9. Melakukan pemanasan menggunakan Refluks dan Hot Plate selama kurang lebih 10 menit
  10. Mendinginkan menggunakan air mengalir secara mendadak
  11. Menambahkan 25 ml H2SO4 26,5% / 25% dengan melewatkannya pada dinding Erlenmeyer secara hati-hati
  12. Menambahkan 20 ml KI 15%
  13. Mentitrasi menggunakan Na­2S2O3 0,1 N hingga saat ditetesi menggunakan Indikator Amylum 1% sudah tidak terjadi perubahan warna (Coklat menjadi Biru Tua)
  14. Mencatat volume titrasi (A ml)
  15. Membuat blanko pengujian dengan mengulangi prosedur No.7 s/d 13, tetapi dengan  mengganti 25 ml Larutan L2 dengan 25 ml Aquades
  16. Mencatat volume titrasi blanko pengujian (B ml)
  17. Menghitung Kadar Gula Setelah Inversi dengan rumus :
  • Angka Tabel (AT) = (B ml – A ml) x (Normalitas Na2S2O3 terstandardisasi / 0,1)
  • % Gula Setelah Inversi = (AT x Faktor Pengenceran) / (Bobot Sampel Uji (mg)) x 100%

Dari kedua hasil analisa tersebut (Analisa Gula Sebelum Inversi dan Analisa Gula Setelah Inversi), dapat dihitung pula Kadar Sakarosa sampel uji tersebut dengan menggunakan rumus :

Kadar Sakarosa = (% Gula Setelah Inversi – % Gula Sebelum Inversi) x 0,95

 

ANGKA TABEL Penetapan Kadar Sakarosa menurut Luff-Schoorl

ML Na2S2O3

Glukosa

Galaktosa

Laktosa

Maltose

1

2,4

2,7

3,6

3,9

2

4,8

5,5

7,3

7,8

3

7,2

8,3

11,0

11,7

4

9,7

11,2

14,7

15,6

5

12,2

14,1

18,4

19,6

6

14,7

17,0

22,1

23,5

7

17,2

20,0

25,8

27,5

8

19,8

23,0

29,5

31,5

9

22,4

26,0

33,2

35,5

10

25,0

29,0

37,0

39,5

11

27,6

32,0

40,8

43,5

12

30.0

35,0

44,6

47,5

13

33,0

38,1

48,4

51,6

14

35,7

41,2

52,2

55,7

15

38,5

44,4

56,0

59,8

16

41,3

47,6

59,9

63,9

17

44,2

50,8

63,8

68,0

18

47,1

54,0

67,7

72,2

19

50,0

57,3

71,7

76,5

20

52,1

60,7

75,7

80,9

21

56,1

64,2

79,8

85,4

22

59,1

67,7

83,9

90,0

23

62,2

71,3

88,0

94,6

Sumber : Standard Industri Indonesia, Departemen Perindustrian Republik Indonesia (1975) 

Untuk perhitungan Angka Tabel, perhatikan contoh berikut : (memakai angka tabel glukosa)

Dari suatu analisa Kadar Gula Sebelum Inversi pada produk syrup, didapatkan data :

  • Bobot Sampel                                                          = 2,3455 gr = 2345,5 mg
  • Volume titrasi sampel (A ml)                           = 18 ml
  • Volume titrasi blanko pengujian (B ml)       = 24 ml
  • Normalitas Na2S2O3                                                                    = 0,105 N
  • Faktor Pengenceran                                             = 4

Berapakah Kadar Gula Sebelum Inversi produk syrup tersebut?

Jawab :

  • Angka Tabel = (B ml – A ml) x (Normalitas Na2S2O3 terstandardisasi / 0,1)

= (24 ml – 18 ml) x (0,105 N / 0,1)

= (6 ml) x (1,05) = 6,3

  • Angka Tabel = 6,3 >> antara 6 dan 7

ML Na2S2O3

Glukosa

6

14,7

7

17,2

Antara 6 dan 7 >> antara 14,7 dan 17,2 berselisih 2,5

Jadi Angka Tabel dari 6,3 = 14,7 + (0,3 x 2,5) = 14,7 + 0,75 = 15,45

  • Dilanjutkan dengan perhitungan Kadar Gula Sebelum Inversi.

% Gula Sebelum Inversi  = (AT x Faktor Pengenceran) / (Bobot Sampel Uji (mg)) x 100%

= (15,45 x 4) / (2345,5 mg) x 100%

= (61,8) / (2345,5 mg) x 100%

= 0,0263 x 100% = 2,63%

Jadi, Kadar Gula Sebelum Inversi sampel uji produk syrup tersebut adalah 2,63%.

Semoga Bermanfaat. :)

About these ads